Hari atau Waktu adalah wadah yang tidak kelihatan alias abstrak. Didalam waktu itulah kita tinggal. Itulah tempat tinggal kita yang tidak kelihatan. Tempat tinggal kita yang kelihatan adalah ruang . Allah menciptakan waktu dan ruang dua unsur ini adalah wadah kita. Sadar ruang tempat tinggal jasmani kita tidaklah sulit dimengerti tetapi sadar waktu sebagai ruangan abstrak kita lebih sulit. Menyentuh waktu yang kami maksudkan adalah sadar waktu Waktu adalah wadah sejarah. Waktulah yang kemudian mengerjakan masa lalu masa sekarang dan masa yang akan datang. Dengan pasti waktu akan membawa kita ke masa tua dan tidak dapat kita tolak. Sebagai manusia ciptaan Allah kita menyadari adanya waktu yang mengatur kita. Binatang tidak mempunyai kesadaran akan waktu, binatang hanya memiliki kemampuan sadar ruang. Mungkin binatang sadar secara insting mengenai siang dan malam tetapi hari, bulan dan tahun tidak pernah disadarinya. Mengapa demikian? Sebab binatang tidak memiliki konsep yang melebihi materi. Manusia dapat memahami hal-hal yang non materi, non fisik atau metafisik tetapi binatang tidak dapat memahami itu. Kita sadar ada peristiwa-peristiwa terjadi dalam hidup kita Event-event yang terjadi dalam kurun waktu hidup kita adalah sentuhan-sentuhan waktu. Allah sering berkomunikasi dengan kita lewat wadah waktu ini. Renungkanlah pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
1. Waktu telah menyentuh saudara melewati masa lalu coba renungkan pengalaman yang paling menyenangkan masa lalu
2. Waktu sedang menyentuh saudara saat-saat ini apakah saudara merasakan suka cita?
3. Waktu akan membawa kita ke masa yang akan datang apa yang perlu dipersiapkan?
4. Coba renungkan Mazmur 90:12 dan jawablah apa arti menghitung hari hari? Marilah kita melewati hari hari hidup kita dengan kesadaran akan waktu. Janganlah waktu lewat begitu saja tanpa menggoreskan sejarah yang baik. Menyentuh waktu berarti memaknai hidup ini dengan kebaikan.




Goliat roboh, Daud tidak