FILSAFAT AGAMA

BAPAK mana yang anda pilih?

Memilih Bapak…

Seorang anak sedang duduk termangu  kebingungan dimuka sebuah sidang adat.  Dia adalah seorang anak yatim piatu yang baru saja kehilangan kakek perawatnya.  Kakeknya menjadi korban kebakaran rumah  beberapa waktu sebelumnya. Anak kecil itu selamat setelah diselamatkan seorang Bapak .

Dalam sidang adat  ditanyakan siapakah yang akan menjadi  Bapak anak malang tersebut.  Hari itu tampil 3 calon bapak yang sanggup memeliharamya. Bapak pertama berkata: ”Saya sanggup memelihara anak ini , karena saya seorang petani yang memiliki tanah luas, akan ada makanan dan pekerjaan buat anak itu kelak”. Bapak kedua menyatakan sanggup  memelihara anak itu sebab ia punya banyak  tabungan  pendidikan untuk menyekolahkannya sampai kapan saja. Bapak ketiga mengatakan bahwa ia sanggup memilihara anak itu, hari inipun ia bisa memberi apa saja yang dimintanya seperti uang, rumah, tanah pertanian, pengasuh  dll.

Sebelum  anak itu membuat keputusan tiba-tiba datanglah seorang Bapak yang  lengan dan  mukanya masih dibebat kain. Dialah bapak yang telah menyelamatkan anak itu dan membawa turun dari lantai 3 setelah merosot melewati pipa yg mulai panas karena api., Tangan, muka dan dadanya terkelupas karena pipa panas tersebut.  Anak itu memperhatikan Bapak itu dan  mengenalnya.  Tanpa banyak bicara ia merangkul Bapak tersebut dan ingin mengikutinya.

Anak yang dapat mengatakan tidak kepada yang lain dan hanya ya kepada Bapak yang menyelamatkannya telah memilihi yang terbaik. Tanpa Bapak itu ia pasti sudah binasa dalam kebakaran yg mengerikan.  Bapak itu memiliki segalanya untuk menjadi Bapak yang baik. Ia mempunyai keberanian berkorban tanpa  pamrih, ia mau memberikan nyawanya buat anak itu.  Tidak ada satupun diantara ketiga Bapak yang lain yang berjanji untuk bersedia memberikan nyawanya untuk anak tersebut.

  Pikirkanlah, Tuhan Yesus telah memberikan nyawanya kepada kita, maka Ia pantas menjadi Bapa kita! Hanya anak durhaka yang tidak menerimaNya sebagai Bapak. Kasihnya begitu nyata sehingga orang butapun dapat melihatnya! ( Yoh 1:10-12)                                                                             hanya bunga?

 

 

 

Hati yang terang benderang

Hati  yang  terang benderang

  Terang benderang adalah kata populer  yang dilontarkan oleh para pejabat dan  insan pers. Hal itu dimaksudkan untuk  menyatakan bahwa segala sesuatu yang telah dibuka di media  akan  terbuka dan terang  benderang sehingga semua orang dapat  melihatnya.

Kebenaran sesungguhnya  adalah sesuatu yang terang benderang, tetapi banyak orang yang mencoba menutup-nutupinya

Rasul Yohanes menyatakan bahwa  kebenaran yang ditutup- tutupi, menjadikan  hati seseorang menjadi gelap seperti gelapnya malam.  Seorang yang berjalan dalam kegelapan malam, kakinya akan sangat mudah terantuk ( Yoh 11: 9,10)  Bagaimanakah  kebenaran itu bisa muncul secara terang benderang?  Ada beberapa  cara antara lain:

  1. Lakukan sesuatu dan pertanggungjawabkanlah  serta terbukalah untuk setiap  konsekuensinya. Inilah  tindakan  yang  akuntabel.  Bila hal ini kita  lakukan maka hati kita akan terang benderang.  Contoh konkritnya adalah  Samuel. Dihadapan bangsa Israel, ia mempertanggung jawabkan kepemimpinannya dengan cara : Membuka diri dan meminta bangsa itu menunjukkan kesalahannya kalau ada ( 1 Sam 12:3-4)  Samuel mengakhiri pekerjaannya dengan baik tanpa terantuk sesuatu.
  2. Akuilah  bahwa  saudara memiliki sisi-sisi lemah dan mintalah sesorang untuk mengawasinya.  Dengan demikian kita  akan terlindung sebab sisi-sisi gelap itu akan menjadi terang benderang. Istri atau suami serta anak-anak seharusnya menjadi pengawas utama atas sisi-sisi lemah kita.  Seorang kepala keluarga akan menjadi sangat kuat apabila ia terbuka atas koreksi serta peringatan dini yang disampaikan oleh orang-orang yang sangat mengasihinya.
  3.  Ijinkanlah  proses penajaman hati terjadi.  Proses penajaman hati ini hampir sama dengan proses pemolesan benda keras dengan keras.  Sebuah pisau  akan diasah dengan  dengan kikir atau batu asah yang keras. Gosokan itu menajamkan pisaunya (Amsal 27:17) Milikilah pendamping  yang boleh bersinar tajam menyilaukan agar  kita dapat melihat dengan terang benderang

Marilah selama terang itu masih bercahaya, kita berjalan dalam terang, maka kita akan memiliki hati yang terang benderang, nyaman dan damai.

 

 

FILSAFAT AGAMA

Renungan: 40 hari dimana?

Yesus hidup dimana?

  Banyak pertanyaan diajukan sekitar kehidupan Yesus setelah  kebangkitan.  Dimanakah Yesus tinggal selama 40 hari kebangkitanNya? Mengapa tidak tiap hari Dia kelihatan  kesana kemari seperti layaknya orang hidup? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu memang sulit dijawab karena Alkitab tidak menjelaskannya. Ada sementara orang yang mengarang ceritera bahwa selama itu Yesus ke Afrika,  Eropa, di Roma ketemu kaisar Romawi dll. Tetapi kebenaran ceritera-ceritera seperti itu sulit dipertanggung jawabkan.

   Ada ayat-ayat yang menghiburkan kita, antara lain : Yoh 10:5…barangsiapa tinggal didalam Aku dan Aku tinggal didalam dia…… Ayat ini menyatakan bahwa Yesus bisa tinggal didalam kita.  Jika demikian maka tidak sulit menjawab petanyaan diatas. Dimanakah Yesus tinggal setelah kebangkitannNya   Dia bisa tinggal didalam hidup murid-murid yang membuka hatinya. Setelah kebangkitanNya Yesus tidak memerlukan ruangan fisik untuk menempatkan diriNya. Ia dapat tinggal didalam kita. Ia dapat tinggal dimana saja dihati anak-anaknNya.  Semua orang yang menerimanNya dijadikan anak-anak Allah Yoh 1:12.  JIka kita adalah anak-anak Allah maka Yesus sebagai Bapa kita tentu tidak sulit untuk masuk.  Yesus berkata: Lihat1 Aku berdiri dimuka pintu dan mengetok,  jika ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu,Aku akan masuk mendapatkannya, dan Aku makan bersama-sama dengan dia,dan ia bersama-sama dengan Aku Wah 3:20

     Setelah pertemuan dengan Yesus di jalan Damsyik (KPR 9:4,5) Saulus bertobat dan menerima Yesus yang hidup didalam dirinya. Saulus mengganti namanya dengan Paulus, dia sangat menghayati pertemuannya dengan Yesus dan memasukkan Yesus hidup didalam dirinya inilah pengakuan Paulus yang agung….hidupku bukannya aku lagi tetapi Yesus hidup didalamku! Gal 2:20

      Dimanakah Yesus  hidup setelah kebangkitanNya…jawabnya adalah dihati orang percaya.  Dengan demikian maka hidup kita adalah hidup yang dipengaruhi oleh Yesus dan bukan oleh pengaruh Iblis atau  keinginan duniawi ini…amin! GBU

 

  

Mengapa ada ketidak normalan?

Beberapa bulan lalu saya menebang pohon jambu di halaman depan rumah saya. Sebenarnya saya sangat sayang dengan pohon tersebut, disamping untuk penghijauan juga menahan panas tetapi sayang , pohon itu daunya rusak semua akibat kutu, atau semacam penyakit daun.

Kini pohon jambu tersebut telah tumbuh kembali, karena  memang tidak kami potong seluruhnya. Anehnya pada daun-daun muda yang tumbuh, ada dua daun yang tidak normal.  Daun itu berbeda dengan daun lainnya. Ada ketidak normalan. Ada satu daun yang keluar dua tangkai daun, lihat gambarMungkin kita bisa menjelaskan secara ilmiah, mengapa daun tersebut menjadi tidka normal.  Tetapi dalam banyak kenyataan ketidak normalan terjadi tanpa dapat dijelaskan.  Mengapa orang kejam bisa menjadi pemimpin dan berumur panjang sedangkan pemimpin yg baik justru sebaliknya. Mengapa diantara 7 anak hanya ada satu yang cacat mental, mengapa  nasib orang tidak sama?

Silahkan para pembaca yang memiliki jawaban dapat memberi komentar untuk menambah wawasan kita.

Jangan mem-beo

Jangan suka mem-beo
Oleh :Gatut Wiyono

Menkeu baru-baru ini mensinyalir adanya sindikat pajak kelas kakap. Ada sekitar 100 perusahaan besar, plus sekian konsultan pajak dan biro jasa yang ikut merasakan nikmatnya madu pajak. Mereka beramai- ramai dengan kesadaran dan kondisi waras selama berbulan-bulan bahkan tahun merubah angka-angka PPN . Sehingga pajak pertambahan nilai tersebut menjadi tidak sesuai dengan transaksi yang sebenarnya. Mereka semua tahu bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah tetapi mereka melakukan karena atasan mereka yang menyuruh atau mengijinkannya. Perilaku seperti ini kami sebut dengan perilaku burung beo. Komunitasnya disebut komunitas burung beo dan penghalalan praktek ini disebut beonisasi. Komunitas seperti ini merugikan negara trilunan rupiah.
Di Amerika pada pertengahan tahun 2002 pernah terjadi skandal akuntasi yang menghebohkan. Konon Penipuan akuntasi WorldCom sebesar US$11 billion adalah skandal akuntasi terbesar dalam dunia bisnis. Manipulasi itu telah berjalan bertahun-tahun dengan sepengetahuan para pegawai, auditor, direktur WorldCom. Sebuah rekayasa yang cerdik telah dilakukan oleh para pimpinan puncak perusahaan. Dengan demikian perusahaan ini telah berhasil menutup-nutupi kerugian perusahaan dari hadapan investor dan analis Wall Street. Penipuan data akuntasi ini terjadi berkali-kali, terlihat mata telanjang oleh hampir setiap pegawai . Divisi finasial dan akuntasi menyadari kesalahan itu tetapi mereka seperti tidak ada keberanian untuk mengungkapkan borok tersebut.
Di Negeri kita , Aksi mafia pajak disinyalir terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan. Kebanyakan dari kasus penyelewengan pajak tidak terjadi secara sendiri. Banyak orang yang terlibat, tentu dimulai dari satu dua orang yang meraambet kemana-mana. Mengapa mereka tidak melaporkan kasus? Mereka memilih diam dan taat pada ”aturan main” Pernyataan ketidak setujuan dengan ”permainan” tersebut dapat mengakibatkan kemarahan pimpinan. Ketakutan kepada pimpinan perusahaan atau otoritas seseorang, membuat orang dapat melakukan apa saja walaupun itu keliru.
Beonisasi. Meskipun manusia memiliki kemampuan untuk membuat pilihan moral namun seringkali kemampuan itu dapat menjadi mandul dihadapan pemimpin yang sangat dominan. Dalam kehidupan sehari-hari kita bisa melihat sebuah fenomena pembeoan . Pembeoan ini tidak masuk kedalam level extrim. Misalnya dalam berinteraksi dengan Polisi, rohaniawan, sesepuh,supervisor, manajer. Kita cenderung menyimpan suara kita selain hanya mengiayakan saja.
Dalam banyak kasus orang-orang merasa aman menjadi seperti burung beo. Mereka berpikir bukankah yang memberi perintah itu adalah orang saleh, atau pimpinan yang memang memiliki otoritas? Kalau pimpinan menyuruh mengubah angka ya dirubah saja. Kalau ketua mengatakan bakar! Ya bakar saja!
Pembenaran diri. Kebanyakan koruptor bersikap baik kepada keluarga dan sanak family. Ketika ”rejeki” dibagi-bagikan kepada sanak family, terucap kata-kata terimakasih yang menggema, pujian yang tak putus-putus. Sang koruptor merasa terobsesi untuk melakukan ”kebaikan” terus menerus . Perasaam telah menjadi pahlawan ini menjadikan alasan pembenaran diri. Konon istri salah satu makelar kasus yang hanya pegawai negeri golongan III A mendapat kiriman sebesar Rp 3,6 M dari suaminya. Ketika penyidik menanyakan untuk apa uang itu dijawab bahwa itu adalah uang belanja! Sang istripun ikut membenarkan bahwa suaminya begitu baik hati. Inilah komunitas burung beo dalam lingkungan kecil di rumah tangga.

Bahaya laten Pada tahun 1970 Jim Jones berhasil membawa ”komunitas beo” sebanyak 914 orang ke tengah hutan di Guyana. Tanpa perlawanan dan perbantahan orang-orang mau menerima perintah meminum racun cyanide. Mereka tewas dengan sangat mengenaskan dalam ketaatan atas beonisasi bapak Jones
”Komunitas burung beo” merupakan bahaya laten. Proses itu akan mematikan moralitas secara perlahan, gradual tetapi pasti. Ikut-ikutan orang dan tunduk pada otoritas yang membabi buta akan membuat rasa tanggung jawab pribadi seseorang menipis!

Senangnya menjadi oma, opa

Kata orang, menggendong cucu lebih menyenangkan daripada menggendong anak.  Ungkapan itu belum dapat saya benarkan sampai tgl 17 April 2010. Sebab pada tanggal itu lahirlah cucu saya yang pertama. Ketika saya menyentuh, membelai dan menggendong cucu tersebut….tiba-tiba terasa aneh sebab saya  sudah menjadi opa dan istri saya menjadi oma.  Saat itu benar-benar mengharukan.  Saya sadar  bahwa Louisa, cucu saya adalah generasi ketiga Gatut Wiyono.  Yang disebut menyenangkan menggendong cucu ternyata   karena dapat  melihat dan menimang  generasi kita yang ketiga,  nikmat menggendong anak dari anak kami…….   apakah  saudara juga merasa demikian?

Jangan suka berjanji

“Hamba Tuhan” kadang-kadang suka latah menjanjikan sesuatu atas nama Tuhan. Suatu hari ada seorang ibu yang sedang berduka cita karena suaminya yang relatif masih muda meninggal dunia.
Banyak orang  hadir untuk menyatakan belasungkawa. Diantara para tamu yang datang adalah seorang “hamba Tuhan”. Hamba ini mendekati sang ibu yang sedang berduka, mengajaknya berdoa dan tiba-tiba dia mengatakan sebuah “nubuat”. Konon hamba Tuhan itu berkata bahwa…suaminya akan bangkit lagi pada hari yang ketiga…! Dengan banyak cara ia menyakinkan nubuatnya tersebut sehingga ibu itu percaya.
Ketika penulis menelepon ibu tersebut untuk menyatakan duka cita dan akan mengirimkan titipan karangan bunga, ibu itu menolak. Dalam pembicaraan di telepon ibu itu berkata :….”maaf ya kami tidak menerima karangan bunga! ” Mengapa? jawabnya : ya..karena seorang hamba Tuhan  bernubuat  bahwa  dia akan bangkit kembali pada hari yang ketiga….”
Kami terkejut dan  merasa ber salah telah mengatakan bahwa akan mengirim bunga.
Ibu itu terus menunggu jam demi jam…banyak orang yang coba -coba juga mempercayai “nubuatan ” itu dan ikut-ikutan berdoa…..settelah 3 hari ternyata suaminya tidak bangkit juga!
Ibu itu kecewa sebab mempercayai subuah janji manusia, sebuah nubuatan yang terbukti palsu. Kami menarik kesimpulan bahwa , seringkali untuk alasan mencari perhatian, seorang berjanji atas nama Tuhan.. besok…tiga hari lagi…seminggu lagi….setahun lagi…Tuhan akan melakukan ini dan itu untukmu….
Jangan lekas percaya….kasus diatas tadi sebenarnya sangat sederhana untuk dicari kesalahannya. Kalau Tuhan akan membangkitkan seseorang,   Ia akan memakai “hamba Tuhan” tadi untuk langsung membangkitkan,  tanpa janji-janji sebelumnya!
Waspadalah terhadap “hamba Tuhan” yang suka latah berjanji-janji seolah-olah ia tahu benar hari depan. Dengan iman memang seseorang dapat memindahkan gunung….tetapi soal waktu kapan gunung itu terjadi pindah waktunya sulit untuk diketahui!

Dapatkah kita menyentuh waktu?

Hari atau Waktu adalah wadah yang tidak kelihatan alias  abstrak. Didalam waktu itulah kita tinggal. Itulah tempat tinggal kita yang tidak kelihatan. Tempat tinggal kita yang kelihatan adalah ruang . Allah menciptakan waktu dan ruang dua unsur ini adalah wadah kita. Sadar ruang tempat tinggal jasmani kita tidaklah sulit dimengerti tetapi sadar waktu sebagai ruangan abstrak kita lebih sulit. Menyentuh waktu yang kami maksudkan adalah sadar waktu Waktu adalah wadah sejarah. Waktulah yang kemudian mengerjakan masa lalu masa sekarang dan masa yang akan datang. Dengan pasti waktu akan membawa kita ke masa tua dan tidak dapat kita tolak. Sebagai manusia ciptaan Allah kita menyadari adanya waktu yang mengatur kita. Binatang tidak mempunyai kesadaran akan waktu, binatang hanya memiliki kemampuan sadar ruang. Mungkin binatang sadar secara insting mengenai siang dan malam tetapi hari, bulan dan tahun tidak pernah disadarinya. Mengapa demikian? Sebab binatang tidak memiliki konsep yang melebihi materi. Manusia dapat memahami hal-hal yang non materi, non fisik atau metafisik tetapi binatang tidak dapat memahami itu. Kita sadar ada peristiwa-peristiwa terjadi dalam hidup kita Event-event yang terjadi dalam kurun waktu hidup kita adalah sentuhan-sentuhan waktu. Allah sering berkomunikasi dengan kita lewat wadah waktu ini. Renungkanlah pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

1. Waktu telah menyentuh saudara melewati masa lalu coba renungkan pengalaman yang paling menyenangkan masa lalu

2. Waktu sedang menyentuh saudara saat-saat ini apakah saudara merasakan suka cita?

3. Waktu akan membawa kita ke masa yang akan datang apa yang perlu dipersiapkan?

4. Coba renungkan Mazmur 90:12 dan jawablah apa arti menghitung hari hari? Marilah kita melewati hari hari hidup kita dengan kesadaran akan waktu. Janganlah waktu lewat begitu saja tanpa menggoreskan sejarah yang baik. Menyentuh waktu berarti memaknai hidup ini dengan kebaikan.