Gatutwiyono’s Blog

renungan: warna ketakberdayaan

February 3, 2009 · Leave a Comment

ngintip1Bila “ketakberdayaan”  mewarnai hidupmu
“Ketakberdayaan” dapat menimpa siapa saja. Orang kuat, kaya, miskin, pejabat atau orang biasa. Tiba-tiba menjadi tak berdaya sering menghiasi kehidupan manusia. Seorang petinju kelas berat tiba-tiba tidak mau bertinju lagi setelah mendengar anak yang dikasihinya meninggal. Seorang kaya menjadi tak berdaya ketika virus kecil memasuki tubuhnya dan menjadi kanker ganas. Si miskin hanya termangu-mangu menyaksikan gubuknya tiba-tiba dibongkar paksa oleh petugas.
Apakah “ketidak berdayaan” dapat kita hindari? Jawabannya tidak dapat. Uang, jabatan, kekuatan fisik kadang-kadang tak dapat mengalahkan ketakberdayaan. Ada 2 bentuk ketakberdayaan sbb:
1. Ketakberdayaan yang benar-benar tak berdaya
Ada waktunya manusia mengalami ketakberdayaan total. Ketika didepan kita adalah lautan dan dibelakang adalah tentara musuh (Kej 14:9) umat Allah itu praktis tanpa daya. Dalam  situasi seperti ini apakah yang dapat kita perbuat?  Tidak ada jalan lain kecuali berserah total kepada Allah.  Dalam penyerahan total itulah muncul kejaiban dalam ketakberdayaan.  Percayailah Tuhan Allah!
2. Ketakberdayaan dalam keberdayaan

Ketakberdayaan jenis ini terjadi  dalam kontek pengorbanan.
Daud yang pernah mengalahkan Goliat dan  berlaksa-laksa musuhnya, tiba-tiba merasa kecil seperti kutu, tak berdaya seperti bangkai binatang 1 Sam 24:15. Daud juga menggambarkan dirinya seperti ayam hutan yang dikejar-kejar dan tak dapat melawan.1 Sam 26:20. Dihadapan Saul, Daud seperti kehilangan akal, bahkan sampai membelot ke Filistin. Apakah Daud benar-benar tidak dapat melawan Saul? Sebenarnya bisa dan banyak kesempatan untuk itu tetapi ia tidak memiliki keberanian membunuh Saul.
Ketidak berdayaan Daud adalah sebuah : Ketidak berdayaan didalam keberdayaan Apakah saudara pernah mengalami hal seperti itu?. Saudara sebenarnya mempunyai daya untuk melakukan sesuatu tetapi saudara tak berdaya Ada seorang pejabat yang dapat segera memperkarakan bawahannya karena kasus penghinaan tetapi pejabat tersebut tidak mau melakukan dan tidak berdaya melakukan karena ia sangat mengasihi keluarga bawahan tersebut.
Ketakberdayaan didalam keberdayaan ini adalah sebuah pengorbanan. Tuhan Yesus sendiri sesungguhnya dapat saja menghancurkan musuh-musuhnya di Golgota tetapi Ia tidak berdaya untuk melakukannya karena Ia mengasihi orang-orang berdosa. Inilah sebuah pengorbanan yang sesungguhnya. Ini adalah sebuah keajaiban. Orang yang egoistis mungkin menyebutnya pengorbanan yang sia-sia. Tetapi dalam dinamika iman Kristen maka seringkali hal ini bukan berarti pengorbanan sia-sia tetapi sebaliknya pengorbanan yang sempurna
Biarlah kita menjadi tak berdaya agar orang lain menjadi berdaya. Ketakberdayaanmu biarlah membuat orang lain merasa berdaya guna. Tuhan Yesus memberkati.

Categories: 1 · PENGGEMBALAAM

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment