Setelah mendongak keatas……
Renungan Kenaikan Yesus Kesorga
Begitu luar biasa pemandangan itu, membuat murid-murid terkesima, termangu-mangu Ketika pelan-pelan tubuh Yesus lenyap dibalik awan, mereka mulai melamun, Yesus telah pergi jauh, harapan mereka agar Dia membangun kerajaan dunia ini lenyap (KPR 1:6) Lamunan dan keheranan itu sirna ketika malaikat Tuhan mengejutkan mereka dengan sebuah tegoran….mengapa kamu berdiri…..menatap kelangit! KPR 1:11 Mereka seperti tersadarkan dari mimpi disiang hari bolong. Tegoran itu sekaligus mengingatkan kembali akan sebuah kenyataan masa depan yang harus dikerjakan. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan setelah mendongak keatas.
- Setelah mendongak keatas menatap transendensi Allah, ingatlah bahwa masih ada ladang dibumi yang harus dikerjakan. Masih ada rumput, lalang dan gandum yang harus ditatap baik-baik. Transendensi Allah harus membawa kepada kesadaran bahwa kita mewakili Allah yang tidak kelihatan untuk menyatakan dan meneruskan cita-cita Yesus dibumi. Kesadaran itu akan membawa mereka pergi ke loteng Yerusalem menanti pembaharuan kekuatan. (KPR 1:8).
- Setelah mendongak keatas, bersiaplah untuk menjadi saksi Kristus di bumi ini. Petrus dan murid-murid yang lain sadar bahwa apa yang telah mereka lihat, dengar, pelajari, amati, dari Yesus harus diceriterakan kepada orang lain. Menjadi saksi adalah tugas kita. Kita berkata atau tidak berkata-kata sekalipun, kita sesungguhnya adalah saksi Kristus. Menjadi orang Kristen adalah gambaran tentang Kristus…kalau hidup kita benar maka kesaksian kita akan benar pula.
- Setelah mendongak keatas, kita harus bekerja karena Yesus akan datang kembali untuk yang kedua kali. Kedatangan Yesus yang kedua kali kelak harus merupakan dorongan rohani yang tak ternilai untuk melakukan segala kebaikan.
Akhirnya jangan hanya mendongak keatas tetapi menatap juga sekeliling kita , jangan hanya menanti-nanti kedatangan Yesus yang kedua, tetapi sambil menanti kedatanganNya, kita terus bekerja.
1 response so far ↓
dalamnamayesus // May 20, 2009 at 7:19 pm |
Syalom Pak – salam kenal
artikelnya sangat inspiratif
sy setuju…kasih vertikal and horizontal harus seimbang.
wujud cinta kita kepada Kristus ialah dengan mencintai/mengasihi sesama, siapapun tanpa kecuali. melintasi garis ideologi, SARA dan tempat.
GBU