Memilih Bapak…
Seorang anak sedang duduk termangu kebingungan dimuka sebuah sidang adat. Dia adalah seorang anak yatim piatu yang baru saja kehilangan kakek perawatnya. Kakeknya menjadi korban kebakaran rumah beberapa waktu sebelumnya. Anak kecil itu selamat setelah diselamatkan seorang Bapak .
Dalam sidang adat ditanyakan siapakah yang akan menjadi Bapak anak malang tersebut. Hari itu tampil 3 calon bapak yang sanggup memeliharamya. Bapak pertama berkata: ”Saya sanggup memelihara anak ini , karena saya seorang petani yang memiliki tanah luas, akan ada makanan dan pekerjaan buat anak itu kelak”. Bapak kedua menyatakan sanggup memelihara anak itu sebab ia punya banyak tabungan pendidikan untuk menyekolahkannya sampai kapan saja. Bapak ketiga mengatakan bahwa ia sanggup memilihara anak itu, hari inipun ia bisa memberi apa saja yang dimintanya seperti uang, rumah, tanah pertanian, pengasuh dll.
Sebelum anak itu membuat keputusan tiba-tiba datanglah seorang Bapak yang lengan dan mukanya masih dibebat kain. Dialah bapak yang telah menyelamatkan anak itu dan membawa turun dari lantai 3 setelah merosot melewati pipa yg mulai panas karena api., Tangan, muka dan dadanya terkelupas karena pipa panas tersebut. Anak itu memperhatikan Bapak itu dan mengenalnya. Tanpa banyak bicara ia merangkul Bapak tersebut dan ingin mengikutinya.
Anak yang dapat mengatakan tidak kepada yang lain dan hanya ya kepada Bapak yang menyelamatkannya telah memilihi yang terbaik. Tanpa Bapak itu ia pasti sudah binasa dalam kebakaran yg mengerikan. Bapak itu memiliki segalanya untuk menjadi Bapak yang baik. Ia mempunyai keberanian berkorban tanpa pamrih, ia mau memberikan nyawanya buat anak itu. Tidak ada satupun diantara ketiga Bapak yang lain yang berjanji untuk bersedia memberikan nyawanya untuk anak tersebut.
Pikirkanlah, Tuhan Yesus telah memberikan nyawanya kepada kita, maka Ia pantas menjadi Bapa kita! Hanya anak durhaka yang tidak menerimaNya sebagai Bapak. Kasihnya begitu nyata sehingga orang butapun dapat melihatnya! ( Yoh 1:10-12)
hanya bunga?