Hati yang terang benderang

Hati  yang  terang benderang

  Terang benderang adalah kata populer  yang dilontarkan oleh para pejabat dan  insan pers. Hal itu dimaksudkan untuk  menyatakan bahwa segala sesuatu yang telah dibuka di media  akan  terbuka dan terang  benderang sehingga semua orang dapat  melihatnya.

Kebenaran sesungguhnya  adalah sesuatu yang terang benderang, tetapi banyak orang yang mencoba menutup-nutupinya

Rasul Yohanes menyatakan bahwa  kebenaran yang ditutup- tutupi, menjadikan  hati seseorang menjadi gelap seperti gelapnya malam.  Seorang yang berjalan dalam kegelapan malam, kakinya akan sangat mudah terantuk ( Yoh 11: 9,10)  Bagaimanakah  kebenaran itu bisa muncul secara terang benderang?  Ada beberapa  cara antara lain:

  1. Lakukan sesuatu dan pertanggungjawabkanlah  serta terbukalah untuk setiap  konsekuensinya. Inilah  tindakan  yang  akuntabel.  Bila hal ini kita  lakukan maka hati kita akan terang benderang.  Contoh konkritnya adalah  Samuel. Dihadapan bangsa Israel, ia mempertanggung jawabkan kepemimpinannya dengan cara : Membuka diri dan meminta bangsa itu menunjukkan kesalahannya kalau ada ( 1 Sam 12:3-4)  Samuel mengakhiri pekerjaannya dengan baik tanpa terantuk sesuatu.
  2. Akuilah  bahwa  saudara memiliki sisi-sisi lemah dan mintalah sesorang untuk mengawasinya.  Dengan demikian kita  akan terlindung sebab sisi-sisi gelap itu akan menjadi terang benderang. Istri atau suami serta anak-anak seharusnya menjadi pengawas utama atas sisi-sisi lemah kita.  Seorang kepala keluarga akan menjadi sangat kuat apabila ia terbuka atas koreksi serta peringatan dini yang disampaikan oleh orang-orang yang sangat mengasihinya.
  3.  Ijinkanlah  proses penajaman hati terjadi.  Proses penajaman hati ini hampir sama dengan proses pemolesan benda keras dengan keras.  Sebuah pisau  akan diasah dengan  dengan kikir atau batu asah yang keras. Gosokan itu menajamkan pisaunya (Amsal 27:17) Milikilah pendamping  yang boleh bersinar tajam menyilaukan agar  kita dapat melihat dengan terang benderang

Marilah selama terang itu masih bercahaya, kita berjalan dalam terang, maka kita akan memiliki hati yang terang benderang, nyaman dan damai.

 

 

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s